Monday, December 11, 2017

Bitcoin

Minggu lalu, nilai dari mata uang digital Bitcoin kembali meroket ke angka US$5700 (sekitar Rp77 juta), menembus nilai tertingginya sepanjang sejarah. Terakhir kali Bitcoin mengalami peningkatan tajam seperti itu adalah pada 2 September 2017, ketika mereka berhasil mencapai harga US$4500 (sekitar Rp60,8 juta), namun kemudian kembali menurun.
Naiknya harga dari Bitcoin ini disebabkan oleh rencana Fork yang akan dilakukan oleh Bitcoin Gold dan SegWit2x pada akhir bulan Oktober 2017 ini. Fork sendiri merupakan istilah yang digunakan ketika sebuah jaringan mata uang digital (cryptocurrency) akan dipecah menjadi beberapa entitas. Seseorang yang telah mempunyai sejumlah mata uang digital, nantinya akan mendapatkan mata uang digital baru dengan jumlah yang sama.
Contohnya untuk Fork yang akan dilakukan Bitcoin Gold, apabila kamu saat ini mempunyai seribu Bitcoin, maka kamu juga akan mendapat seribu Bitcoin Gold setelah Fork selesai. Nilai dari mata uang digital baru itu sendiri belum bisa diperkirakan, namun banyak investor yang berharap bisa mengambil keuntungan dari proses ini.
Hal ini menyebabkan banyak pemilik mata uang digital lain, seperti OmiseGo dan NEO, yang kemudian menjual aset mereka untuk membeli Bitcoin. Hal ini pun meningkatkan persentase kepemilikan Bitcoin bila dibandingkan dengan mata uang digital lain, dari yang sebelumnya hanya 48,8 persen menjadi 53,2 persen.
Kemungkinan besar, para investor akan kembali menjual Bitcoin yang mereka miliki setelah proses Fork tersebut. Hal ini pun akan kembali menurunkan harga Bitcoin, serta meningkatkan kepemilikan dari mata uang digital lain.

Harga Ethreum juga terus meningkat

Ethereum 1
Tak hanya Bitcoin, mata uang digital Ethereum pun akan mengalami Byzantium Hard Fork pada tanggal 16 Oktober 2017 ini. Para investor dan spekulan pun tertarik dengan aktivitas tersebut, sehingga membuat harga Ethereum meningkat dua persen sejak awal bulan ini.
Byzantium sendiri merupakan pembaruan sistem yang merupakan bagian dari proyek pembaruan besar bernama Metropolis. Pembaruan ini membuat jaringan Ethereum bisa berjalan dengan lebih ringan. Tak hanya itu, transaksi Ethereum pun bisa menjadi lebih aman dan lebih cepat. Salah satu hal yang ditawarkan Ethereum adalah penggunaan teknologi enkripsi bernama zk-SNARK.
Ethereum sendiri berhasil menarik minat investor karena mereka menawarkan privasi, anonimitas, jaringan yang mudah dikembangkan (scalable), serta keamanan data. Hal ini pun memungkinkan Ethereum untuk digunakan di berbagai perusahaan besar.
Co-Founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengakui bahwa jaringan mereka saat ini masih terlalu lambat untuk memfasilitasi transaksi di seluruh dunia. Namun hal ini akan berubah dalam waktu beberapa tahun ke depan, saat kecepatan dan kapasitas transaksi mereka nantinya bisa menyamai layanan pembayaran Visa.

Monday, March 16, 2015

Dynamic Management Object

1. Dynamic Management Object


Pada SQL Server 2005 terdapat jenis objek baru yang dikenal sebagai Dynamic Management Object. Fitur ini dapat mengembalikan keadaan database untuk titik waktu tertentu. DMO mulai dikembangkan sejak munculnya pada SQL Server 2005 yang fungsinya sangat terbatas.

Saat ini DMO digunakan untuk mengekspos informasi berharga mengenai koneksi, sesi, transaksi, laporan SQL, dan proses yang (atau telah) mengeksekusi terhadap contoh database, beban kerja yang dihasilkan dihasilkan pada server, bagaimana didistribusikan, di mana titik-titik tekanan, dan sebagainya.

Setelah mengungkapkan titik tekanan tertentu pada SQL Server, DBA kemudian dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi masalah, mungkin dengan tuning query, menambahkan indeks, meningkatkan subsistem disk, atau hanya "killing" session yang menghalangi.

Dynamic Management dibagi menjadi 2 kelas yaitu: 
1. Dynamic Management View
2. Dynamic Management Function

Permasalahan utama mengapa dibuat DMO ini karena ada permasalahan performance query pada server. Maka dari itu server perlu di "tuning". Permasalahan performance biasanya terjadi karena disebabkan oleh permintaan berlebihan pada beberapa sumber daya yang diggunakan bersama pada sistem SQL Server. Terlalu seringnya permintaan query memerlukan banyaknya konsumsi dari CPU yang digunakan dan tempat penyimpanan yang lebih cepat. Fitur DMO memudahkan kita dalam melakukan tuning dan troubleshooting secara cepat.

Berikut ini gambaran fungsi DMO pada SQL Server 2012:


1.1 Connection, Session, and Request

DMO dapat melihat koneksi, sesi, dan request berpengaruh terhadap resource CPU.

• sys.dm_exec_connections - memberikan informasi tentang lalu lintas jaringan danprotokol, serta atribut pengguna dari sumber koneksi itu dipanggil.

• sys.dm_exec_sessions - Mengembalikan informasi tentang setiap pengguna dan sesi sistem internal pada SQL Server termasuk pengaturan sesi, keamanan, dan CPU kumulatif, memori, dan I / O penggunaan.
 
• sys.dm_exec_requests - menyediakan berbagai statistik eksekusi query, seperti waktu berlalu, tunggu waktu, waktu CPU, dan sebagainya. Ia mengembalikan satu baris untuk setiap permintaan yang sedang dijalankan.

• sys.dm_exec_sql_text - mengembalikan teks SQL batch yang diidentifikasi oleh sql_handle

• sys.dm_exec_query_plan - kembali, dalam format XML, rencana permintaan, diidentifikasi oleh plan_handle


1.2 Query Plan Metadata


Fungsi ini dapat melihat berbagai macam query yang telah dieksekusi pada SQL server dan yang rencana yang akan dieksekusi


• sys.dm_exec_query_stats – mengembalikan kinerja statistik secara agregat untuk cached query plan.

• sys.dm_exec_procedure_stats – rmengembalikan kinerja statistik secara agregat untuk cached stored procedures (SQL Server 2008 only).

• sys.dm_exec_cached_plans –
memberikan informasi rinci tentang rencana cache, seperti berapa kali telah digunakan, ukuran, dan sebagainya.
 
• sys.dm_exec_query_optimizer_info –
Pengembalian informasi berupa statistik tentang pengoperasian query optimizer, untuk mengidentifikasi masalah optimasi potensial. Sebagai contoh, kita dapat mengetahui berapa banyak kueri telah dioptimalkan sejak terakhir kali server direstart.

sys.dm_exec_query_plan - Pengembalian informasi dalam format XML rencana permintaan, diidentifikasi oleh plan_handle, karena batch SQL.

sys.dm_exec_text_query_plan - Pengembalian informasi dalam format teks rencana query, diidentifikasi oleh plan_handle, karena batch SQL atau, melalui penggunaan ini DMF mengimbangi kolom, pernyataan tertentu dalam batch tersebut.


sys.dm_exec_plan_attributes - memberikan informasi tentang berbagai atribut rencana query, diidentifikasi oleh plan_handle, misalnya jumlah kueri saat ini menggunakan rencana eksekusi yang diberikan.



1.3 Transaction

 DMO ini berfungsi untuk melihat transaksional pada database.

sys.dm_tran_locks - untuk menginvestigasi locking dan blocking apakah sudah benar atau tidak.

sys.dm_tran_session_transactions - melihat informasi transaksi id dan hubungan pada user siapa yang melakukan hal itu.

sys.dm_tran_active_transactions - Mengembalikan informasi list dari semua transaksi yang aktif pada saat kueri di eksekusi.















Karena sangat terlalu kompleks sekali dan membuat blog ini tidak enak dibaca, saya menyarankan untuk mendownload sumber buku utama :


www.t-sql.ru/ebooks/eBook_Performance_Tuning_Davidson_Ford.pdf

Sekian beberapa penjelasan dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.